La Tahzan (Jangan Bersedih !) [1]

1. Hidup hanya 3 (tiga) hari.

Hari kemaren, hari ini, dan hari esok
Lupakan hari kejadian kemaren, karena mengenang masa lalu adalah tindakan bodoh, hanya akan membuat kita bersedih dan kesedihan tersebut tidak akan merubah kejadian dimaksud. Jangan bersedih, karena kesedihan hanya akan membuatmu lemah dalam beribadah, membuatmu malas untuk berjihad, membuatmu putus harapan, menggiringmu untuk berburuk sangka, dan menenggelamkanmu ke dalam pesimisme. Jangn bersedih, sebab rasa sedih dan gundah adalah akar penyakit jiwa, sumber penyakit syaraf, penghan-cur jiwa, dan penebar keraguan dan kebingungan. Jalani saja hari ini, karena hari ini adalah hari kita yang harus dinikmati. Jangan mereka-reka kejadian hari esok yang masih ghaib, karena akan membuat kita cemas, dan kecemasan akan mengganggu kita dalam menjalani hari ini.


2. Tanyakan pada diri anda tentang hari ini, kemaren, dan hari esok.

  • Akankah saya akan menunda kehidupan hari ini karena takut akan hari esok ?
  • Akankah sy harus menjadikan hari ini menjadi sdemikian getir dgn membayangkan hal-hal yg telah terjadi d masa lalu?
  • Akankah saat bangun di pagi hari, saya telah bertekad untuk menggunakan sebaik-baiknya hari ini dan mengambil faedah yang sebesar-besarnya dari waktu yang hanya berjumlah dua puluh jam ke depan?
  • Akankah saya mampu mengambil faedah dari rangkaian detik demi detik dalam kehidupan hari ini ?
  • Kapan saya akan melakukan itu semua? Minggu depan? Besok?, atau hari ini?.

3. Jangan memakai baju orang lain
Kita dilahirkan ke dunia tidak persis sama dengan bermilyard-milyard manusia lainnya yang ada dimuka bumi ini, maka janganlah kita meniru-niru diri orang lain yang mengakibatkan kita kehilangan indintitas yang sudah kita miliki, jadilah diri kita sendiri.

4. Nikmatnya rasa sakit.
Jangan bersedih jika sedang menderita sakit, karena mungkin dengan sakit tersebut justru akan mendatangkan kebaikan bagi si sakit. Biasanya pada saat sakit kita akan ingat kepada Allah, dan memanjatkan doa dengan lebih tulus lagi. Dan yang lebih penting, bahwa sakit tersebut merupakan peringatan atau teguran dari Allah agar lebih mengingatNYA lagi. Apabila kita sakit, maka seharusnya kita bersyukur karena kita ditegur oleh Sang Maha Pencipta, sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

5. Nikmatnya ilmu pengetahuan.
Kebahagian, kedamaian, dan ketenteraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan, karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain itu naluri dari jiwa manusia adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru, dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.

Diambil dari buku La Tahzan – Jangan Bersedih !
Karya DR. Aidh Al-Qarni

2 responses to this post.

  1. nice info ka..,

    Balas

  2. Posted by Aminul Aprijal on November 25, 2011 at 3:19 am

    Alhamdulillah Ya Rabb.. Thank’s before, this article so nice..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: