Sistem Operasi Be (BeOS)

BeOS adalah suatu sistem operasi untuk komputer pribadi (PC) yang pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Be (Be Inc.) pada tahun 1991. BeOS pertama kali ditulis untuk berjalan pada mesin BeBox. BeOS dioptimalkan untuk pekerjaan media digital dan ditulis untuk mengambil keuntungan dari fasilitas perangkat keras modern sepertisymmetric multiprocessingatas penggunaan lebar pita modul I/O (modular I/O bandwidth), pervasive multithreading, preemptive multitasking, dan suatu jurnal 64-bit yang disesuaikan dengan file sistem yang dikenal dengan nama BFS (Be File System). Antarmuka API (Application Programming Interface) sendiri ditulis dengan bahasa C++, dan itu mempunyai kesesuaian (compatible) POSIX dan akses ke tampilan baris perintah (Command Line Interface) yang terhubung melalui bash shell, meskipun secara internal bukan berasal dari sistem operasi Unix. BeOS pada dasarnya tidak akan menjalankan beberapa program yang tidak dikembangkan untuk sistem operasi ini. Sistem operasi ini hanya menyediakan bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang.

Beos diposisikan sebagai suatu platform yang banyak digunakan oleh pengguna desktop (user) dan sebagai kompetitor Microsoft Windows dan Linux. Akan tetapi, BeOs pada akhirnya tidak mampu untuk mencapai suatu bagian dari saham pasar yang signifikan dan tidak mampu membuktikannya secara komersial. Pada akhirnya, perusahaan diambil alih oleh perusahaan Palm (Palm Inc.), dan hingga hari ini BeOS sebagian besar digunakan dan dikembangkan oleh suatu komunitas kecil yang masih antusias dengan sistem operasi ini.

SEJARAH

Pada awalnya BeOS dirancang untuk berjalan pada mesin berbasis AT&T Hobbit, BeOS kemudian dimodifikasi agar dapat berjalan pada prosesor berbasis PowerPC, sistem pertama kepunyaan Be, kemudian pada platform Common Hardware References Platform (CHRP) dan PRep kepunyaan Apple, dengan harapan Apple Komputer akan membeli lisensi BeOS. CEO Apple sewaktu itu, Gil Amelio, akhirnya memulai negosiasi untuk membeli perusahaan Be, namun negosiasi tersebutmacetketika CEO Be, Jean Louis Gassee, menginginkan menjual seharga $200 juta. Lalu Apple enggan untuk membayar lebih dari $125 juta. Kemudian para direktur Apple memutuskan untuk membeli NeXT pada tahun 1996 dengan harga $429 juta.

Pada bulan Maret tahun 1998, BeOS merilis R3 dengan berbasis platform Intel x86. BeOS juga merilis sistem operasi untuk pemakaian internet, BeOS for Internet Appliances (BeIA), yang sehingga menjadi fokus bisnis pada perusahaan di kantor Be. Pada tahun 2001, hak milik atas BeOS Personal Edition (BeOS PE) dan BeIA dijual kepada Palm, Inc.

Pada Agustus 2001, oleh asumsi Palm Inc. untuk $11 juta, BeoS tidak akan dikembangkan lebih lanjut secara komersial. Tetapi komunitas BeOS dan beberapa pengembang tetap mendukung untuk ke depannya.

Setelah berpisah dari Palm, PalmSource menggunakan bagian-bagian dari framework multimedia kepunyaan BeOS untuk produk Palm OS Cobalt yang mereka hentikan. Dengan mengambil alih dari PalmSource, hak milik BeOS sekarang kepunyaan Acces Co.

Meskipun ini merupakan akhir dari Be Inc, BeOS tetap populer diantara penggemarnya. Komunitas BeOS tetap mengembangkan perangkat lunak cuma-cuma (free software) dan bahkan merilis patch, driver, dan berbagai macam update-tan.

Pada Maret 2002 , situs web BeOS sudah mulai Online, ini merupakan suatu langkah awal yang baik untuk mengunduh (download) perangkat lunak BeOS atau sistem operasi BeOS edisi pribadi (private edition). Berdasar dari kode sumber dari BeOS PE 5, sistem operasi BeOS developer edition 1.0 mulai dikembangkan. Dan pada Desembar 2002, sistem operasi BeOS Developer Edition 1.1 mulai diperkenalkan.

Dengan beralamat, http://www.openbeos.info, kita dapat menemukan lanjutan resmi dari BeOS sebagai proyek open source, untuk sementara dinamai dengan nama OBOS (OpenBeOS). Proyek ini dimulai pada 18 Agustus 2001. Pada WalterCon 2004 pertemuan Mikhael Phipps menerbitkan 19.06.04 nama ulang dari OpenBeOS di Haiku. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sistem operasi desktop yang tidak memerlukan administrasi, mudah digunakan, sumber terbuka, dengan performa yang tinggi bahkan di komputer-komputer lama, memungkinkan pembuatan aplikasi yang kompleks, dan nyaman dalam penggunaan. Di masa mendatang pengembangan aplikasi-aplikasi BeOS memungkinkan dapat dijalankan pada platform Linux dan BSD. Dengan platform utama berarsitektur x86 32-bit, kedua juga mendukung PowerPC. Dukungan untuk prosesor berarsitektur 64-Bit masih dalam tahap perencanaan, juga mendukung SMP. Di dalam setiap perilisan sistem operasi harus mendukung “multi-user”, API dan sistem file yang juga banyak diperbaiki.

Rilis

Tanggal

Hardware

DR1-DR5

Oktober 1995

AT&T Hobbit

DR6 (Developer Release)

Januari 1996

PowerPC

DR7

April 1996

DR8

September 1996

Advanced Access Preview Release

Mei 1997

PR1 (Preview Release)

Juni 1997

PR2

Oktober 1997

R3

Oktober 1998

R3.1

Juni 1998

PowerPC dan Intel x86

R3.2

Juli 1998

R4

4 November 1998

R4.5 (“Genki”)

Juni 1999

R5 PE/Pro (“Maui”)

Maret 2000

R5.1(“Dano”)

November 2001

Intel x86

Proyek-Proyek Pembuatan Ulang BeOS

BeoS masih digemari oleh sebagian kecil pengguna, namun yang mengecewakan ketika perusahaan Be gagal dalam hal secara komersial dan tidak ada peningkatan lebih lanjut dari sistem operasi ini. Kemudian dibuatlah proyek yang dibentuk untuk pembuatan ulang sistem operasi BeOS atau elemen-elemen kunci dari sistem operasi tersebut dengan tujuan melanjutkan proyek BeOS. Untuk memastikan bahwa sistem operasi tersebut tidak ditinggalkan atau dijauhkan dari komunitas Be lagi, dan untuk menarik para programmer secara sukarela, maka proyek tersebut bersifat bebas (free) dan kode sumber terbuka (open source).

BlueEyedOS merupakan salinan fitur dan user interface dari perangkat lunak open source. BeOS API ditulis ulang. Sistem operasi ini berbasis kernel Linux dan XFree86 server untuk tampilan grafis. Kamu dapat mengunduhnya di http://www.blueeyesdos.com, versi demo sebagai sebuah file ISO.

Tetapi tidak berlangsung lama, sebagian dari mereka kehilangan momentum dan dihentikan. Nama domain untuk Blue Eyed OS sudah diambil oleh beberapa pihak, dan beberapa rilis terbaru sudah tersedia di situs Cosmoe dari tahun 2004. Pada tahun 2008, aktifitas pekerjaan dilanjutkan mengembangkan E/OS, sebuah sistem operasi berbasis kernel Linux yang berusaha mengimplementasi ulang API untuk BeOS dan beberapa sistem operasi yang lain, dan Haiku merupakan implementasi ulang yang lengkap dari sistem operasi BeOs.

Proyek-Proyek Pelanjutan BeOS

ZETA merupakan sistem operasi komersial yang kodenya berbasis (basecode) pada BeOS R5.1. Awalnya dikembangkan oleh YellowTAB, kemudian sistem operasi didistribusikan oleh Magnussoft. Ini merupakan pengganti resmi BeOS PE dengan kode sumber berasal dari proyek OpenBeOS. Zeta didistribusikan dengan sebutan BeOS NG (New Generation). YellowTAB bertempat di Stuttgart, Jerman. Perusahaan ini memperoleh lisensi dari Palm untuk menggunakan dan mengembangkan kode sumber BeOS. YellowTAB melakukan penjualan dan pemasaran di kawasan Asia Timur dan Amerika Latin. Zeta berfokus pada pasar Jerman dan Inggris.

Pada April 2006, Zeta 1.2 telah dirilis. Pada perilisan ini ada penambahan untuk peningkatan SATA device, codecs audio/video baru (mp3,ogg vorbis, XviD), penambahan driver untuk grafis dan printer. Tampilan di desain ulang, dan penghapusan aktivasi. Perusahaan Magnussoft kemudian mengambil sistem operasi Zeta YellowTAB pada Mei 2006 dan menyediakan distribusi serta pengembangan lebih lanjut secara eksklusif. Direktur manajemen, Bernd Korz, melakukan perubahan-perubahan pada Magnussoft, hal ini dikarenakan ketidakmampuan YellowTAB membayar utang.

Zeta 1.21 yang diperbaharui, live CD dari 2006-09-25 sangat dibatasi seperti tidak ada program-program yang dapat diinstal dan tidak ada file-file yang dapat disimpan. Website dari YellowTAB sendiri sudah tidak ada lagi di server pada tanggal 24 November 2006. Rilis baru dari sistem operasi Zeta dinamai dengan magnussoft ZETA. Hak milik pada kode sumber BeOS di Zeta kemudian dilanjutkan kepada perusahaan Access.

Selama dikembangkan oleh YellowTAB, perusahaan menerima kritikan dari komunitas BeOS menolak untuk mendiskusikan posisi mereka atas penggunaan kode basis dari BeOS. Perusahaan Access (Access Co.), pembeli PalmSource, hingga pemilik hak berasosiasi dengan BeOS menyatakan YellowTAB tidak lagi mempunyai hak untuk mendistribusikan sebuah versi yang dimodifikasi dari BeOS, dan magnussoft telah berhenti mendistribusikan sistem operasi

Produk-Produk yang Menggunakan BeOS

BeOS (sekarang Zeta) digunakan di bidang media seperti pengolahan video (video editor) Edirol DV-7 dari perusahaan Roland dan perangkat lunak otomatis radio TuneTracker. Perekam audio digital Tascam SX-1 dengan memodifikasi versi dari BeOS yang akan hanya melakukan perekaman dengan menghubungkan ke perangkat lunak.

Teknologi iZ menjual RADAR 24, berbasis hard disk dengan panjang 24 track profesional audio yang berbasis BeOS 5.

Casablanca-KRON dari MacroSystem yang menjalankan versi modifikasi dari BeOS 5. Didedikasikan untuk mengolah video dan audio, dengan menggunakan CD-R(W)/DVD-R(W), dan kemampuan SD untuk menyimpan media untuk digunakan nantinya atau melakukan presentasi. Dikhususkan pada lingkungan sekolah atau universitas.

Area Aplikasi

  1. Mendukung POSIX.
  2. CLI : bash shell, GUI: Tracker
  3. Mendukung JFS.
  4. Read/Write FAT16/32, Read ext2fs and NTFS/5, HFS, UDF(DVD) and ISO-9660(CD).
  5. Dioptimalkan untuk web dan terintegrasi dengan GNU compiler.
  6. Mendukung OpenGL.
  7. Microkernel.
  8. Preemptive multitasking.
  9. Arsitektur Internal Client-Server.
  10. Server: Services of operating system.
  11. Clients: Applications, service of operating system.
  12. Protected memory ares.
  13. Virtual memory.
  14. Object-oriented Design.
  15. Maksimum ukuran file 18 juta TByte.
  16. Pervasive multi-threading architecture.

Lingkungan Sistem

  1. x86 CPUs or PowerPC (up to release 5.03)
  2. Membutuhkan memori minimal 32 MByte.
  3. Sistem opereasi 64-Bit.
  4. Mendukung sistem file 64-Bit JFS, R/W HFS, VFAT, FAT.
  5. Symmetrical Multi-Processing (SMP).
  6. Multi-processor support (up to 16 CPUs).
  7. Tidak dirancang sebagai server jaringan atau multi-user.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/BeOS

4 responses to this post.

  1. i am a beos zealot…proud and true😉

    Balas

  2. dulu waktu SMP saya pernah nyoba BeOS 5 PE. waktu itu cukup menarik mengingat belum banyak OS alternatif dan Linux belum memasyarakat seperti sekarang. dulu masih biasa pake Win 98 melihat BeOS ya pasti aneh lah.. apalagi masih awam. tapi sayang setelah itu nggak ada lagi kabarnya. skr melihat project Haiku saya agak optimis akan prospeknya melihat segala fiturnya, dia cukup ringan dan cepat sehingga bisa di install di PC tua, tapi memiliki fitur2 mantap yang siap untuk disandingkan dengan hardware mutakhir. jika rilis resminya keluar. saya tidak akan ragu untuk menjadi pemakai Haiku, aplagi ini proyek open source, jadi bisa didapat dengan mudah. sayang sepertinya pengembangannya lambat. sudah 5 tahun lebih masih belum rilis juga.

    Balas

  3. Posted by rasyid on Desember 14, 2009 at 9:36 pm

    produk beOS yang masih digunakan apa ya ????
    dan di indonesia produk apa yang menggunaka BeOS

    Balas

  4. makasih. mambantu banget

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: