Mitos Seputar Harddisk

Harddisk merupakan sebuah komponen perangkat keras yang digunakan sebagai media penyimpanan sekunder dan berisi piringan magnetis. Pada sebagian besar PC, masih menggunakan plat dengan permukaan magnetik untuk menyimpan data. Selain sebagai media penyimpanan, cukup sering juga kita mendengar mitos mengenai harddisk yang berkembang, seperti “keseringan melakukan proses format dapat menimbulkan atau menambah bad sector“. Sebenarnya, masih banyak mitos lainnya yang berkembang. Oleh sebab itu, di sini saya akan mencoba menguak mitos-mitos yang berkembang seputar harddisk. Klo asal boleh usul, klo usul nggak boleh asal… (kgk jelas).

Proses Defragment

Keseringan melakukan format dapat memperpendek umur harddisk ?

Ada anggapan kalau terlalu sering melakukan proses defrag dapat memperpendek umur harddisk, anggapan tersebut ada benarnya, hal ini disebabkan meningkatnya beban kerja pada head actuator. Proses defragment harddisk memang akan membebani terutama proses seeking (untuk mengatur urutan data pada harddisk) yang berlangsung. Namun setelah melakukan proses defrag keuntungannya akan terasa dimana kinerja harddisk akan meningkat dan mengalami penurunan jumlah waktu yang digunakan untuk seeking data. Banyak praktisi komputer menyarankan agar proses defrag dilakukan secara berkala, dan itu sah-sah saja, dan sebaiknya dilakukan seminggu sekali.

Proses Format

Melakukan format harddisk dapat memperpendek umur harddisk ?

Mitos di atas sama sekali tidak benar. Pada proses pemformatan harddisk bukan merupakan aktivitas dengan beban kerja terberat yang ditangani harddisk. Pergerakan head dalam proses format lebih aktif dan rumit dibanding proses non-format. Kenyataannya, proses format melakukan pergerakan secara berurut, dari sektor 500, 501, dan seterusnya. Selain itu, head read/write pada harddisk sama sekali tidak bersentuhan dengan platter secara fisik, sehingga tidak menimbulkan gesekan tambahan sama sekali.

Bad sector akan bertambah setelah proses format ?

Bad sector yang terjadi pada harddisk akan bertambah tergantung dari jenis kerusakan yang di sebabkannya Jika disebabkan karena kerusakan fisik, baik pada head maupun pada platter dipastikan bad sector akan bertambah. Namun, pada umumnya setelah kita melakukan proses format, komputer akan menampilkan laporan hasil format termasuk laporan bad sector pada sektor-sektor tertentu, dan tidak secara spesifik menyebabkan bertambahnya bad sector.

Proses format dapat menghilangkan bad sector ?

Anggapan di atas bisa saja benar, tergantung jenis kerusakannya. Jika kerusakannya pada logical bad sector, dapat diperbaiki dengan proses format ataupun perangkat lunak khusus. Terjadinya logical bad sector disebabkan kesalahan proses pada read/write dari suatu aplikasi.

Kerusakan ke-2, disebabkan secara fisik (physical bad sector). Kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi baik melalui perangkat lunak khusus ataupun proses format. Lain halnya jika harddisk tersebut dilengkapi dengan space sector. Proses format akan menandai bad sector, dan menggantikannya dengan space sector.

Setelah bad sector digantikan dengan space sector bukan berarti harddisk seperti sedia kala lagi. Biasanya bad sector yang diganti dengan space sector memiliki track yang berbeda, sehingga akan menambah waktu seek yang diperlukan head actuator saat membaca data.

Terjadinya physical bad sector disebabkan oleh beberapa hal seperti bersentuhannya secara fisik head pada harddik dengan platter, mengakibatkan munculnya serpihan platter ataupun bagian dari head yang mengakibatkan serpihan kecil tersebut akan terbawa oleh putaran platter sehingga menggangu keseimbangannya saat berputar.

Proses format berkala dapat meningkatkan kinerja harddisk ?

Biasanya pernyataan ini berdasarkan pengalaman kita (kita…? loe aja kale…) menginstal sistem operasi baru, di mana setelah melakukan format kinerja komputer akan meningkat dibandingkan sebelumnya. Anggapan di atas sama sekali tidak benar, alasannya karena setelah melakukan format, file-file yang baru dimasukkan tidak terdefragmentasi dibanding pada kondisi harddisk sebelumnya, sehingga mempengaruhi proses seeking . Jadi, untuk meningkatkan kinerja harddisk lebih baik melakukan proses defrag daripada melakukan proses format.

Tegangan Listrik

Turunnya tegangan listrik dapat menyebabkan bad sector ?

Anggapan di atas tidak selamanya benar, karena head actuator pada harddisk sama sekali tidak bersentuhan secara fisik dengan platter, begitu juga dengan tidak stabilnya catuan daya. Namun gangguan pada catuan daya dapat merusak circuit board dan pemutar spindle pada harddisk. Bahkan pada kondisi (ketika terjadi lonjakan yang tidak di-handle oleh power supply), malfunction pada power supply yang kurang berkualitas dapat mematikan harddisk dan tidak berfungsi kembali.

Sumber : B.Setyo Ryanto, Mitos Seputar Harddisk – PCMedia 09/2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: